WARTA

Pesantren Durrotu Aswaja Semarang Adakan Semaan Akbar

Rangkaian kegiatan Haflah Akhir Sanah (HAS) Pesantren Durrotu Ahlissunnah wal-Jamaah (Durrotu Aswaja) Banaran Gunungpati Kota Semarang, Jawa Tengah, resmi dibuka. Secara simbolis HAS dibuka dengan pemukulan gong oleh Pengasuh Pesantren, Kiai Agus Ramadhan, yang dilanjut dengan pemotongan tumpeng dan serah terima Al-Qur’an sebagai tanda dimulainya Simaan Akbar.  

Grand Opening (GO) sendiri merupakan awal atau pembuka dari serangkaian acara haflah yang merupakan agenda rutinan tahunan pesantren ini,” kata Ketua Panitia HAS Durrotu Aswaja, Aliyul Wafa, kepada NU Online Jateng, Selasa (5/1).

Dijelaskan, haflah dimulai dari grand opening, simaan akbar, Aswaja Festival, Temu Wali Santri, Temu Alumni, Khotmil Kutub, Musyawarah Kubro, dan puncaknya menggelar Pengajian Akbar.

“Salah satu tradisi lain dalam GO ada hiburan dari kreativitas santri, kali ini kolaborasi antara drama, pencak silat, dan puisi, yang mengisahkan sekilas tentang kepanitiaan HAS,” ungkapnya.

Meski acara tersebut tergolong event besar, namun hanya dilakukan secara internal di halaman pesantren mengingat naiknya terkonfirmasi positif Covid-19 di Jawa Tengah. “Sementara hanya bisa dihadiri oleh santri putra dan putri Durrotu Aswaja dan tamu undangan dari pesantren sekitar Banaran,” ujarnya.

Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) ini mengaku tengah mempersiapkan skenario penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang bakal dihelat secara terbuka.  “Alhamdulillah acara berlangsung lancar dan meriah dengan adanya pentas drama yang bisa dibilang menghibur dan tidak membuat para hadirin mengantuk sampai pada akhir acara. Kami harap selanjutnya koordinasi dengan pihak pemerintah bisa membuat rangkaian puncaknya nanti terbuka untuk umum dan aman dari kemungkinan penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan Lurah Pesantren Putra Durrotu Aswaja, Moh Dinar Amin, yang menyatakan bahwa terselenggaranya Grand Opening sebagai tradisi sejak awal berdirinya pesantren. Karenanya para panitia dan santri pesantren ini akan terus berusaha melestarikan meskipun dalam kondisi yang masih kurang bersahabat.

“Tidak hanya dari internal pesantren saja yang mengikuti HAS, tapi juga ada dari pihak eksternal yang menjadi tamu undangan seperti perangkat desa setempat ketua RT dan RW, juga dari beberapa perwakilan pesantren di sekitar,” ungkapnya.

Dia mengakui, penerapan protokol kesehatan sebagai bentuk kenormalan baru dalam interaksi sosial membutuhkan peran pihak lain untuk bisa diterapkan dalam kegiatan besar yang menghadirkan masyarakat umum.  “Untuk menyiasati kondisi yang ada saat ini kita menyesuaikan diri dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ada sebelum memasuki area pesantren, termasuk pengecekan suhu tubuh dengan termogun. Insya Allah dengan adanya bantuan dari Barisan Ansor Serbaguna (Banser) bisa ditertibkan,” pungkasnya. 


 
Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat
Editor: Hasan Fauzy

Sumber : https://jateng.nu.or.id/read/NDyD/pesantren-durrotu-aswaja-semarang-adakan-semaan-akbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *