WARTA

Musyawarah Kubro Kembangkan Potensi Generasi Muda NU

Durrotu Aswaja – Puluhan santri delegasi dari berbagai pondok pesantren di sekitar Kota Semarang  pagi tadi, Minggu (28/2) mengikuti musyawarah kubro di Pondok Pesantren Durrotu Ahlissunnah Waljama’ah, Banaran, Gunungpati.

Kiai Agus Ramadhan mengatakan, musyawarah kubro merupakan sebagain rangkaian acara Haflah Akhirissannah Pondok Pesantren Durrotu Aswaja ke-31. Menurutnya, peserta musyawarah kubro yang ke empat ini banyak yang hadir walaupun masih dalam suasana pandemi, tetapi respon dari pesantren yang ada di Kota Semarang ini sangat bagus.

“Harapan kami, para generasi muda santri Nahdlatul Ulama ini terus bisa mengembangkan potensinya dibidang bahtsul masail, meskipun kita disini menyebutnya Musyawarah Kubro karena memang belum se-level dengan bahtsul masail. ” tuturnya.

Meskipun belum bisa dipadankan dengan bahtsul masail, Musyawarah Kubro PPDA mempunyai masail atau masalah-masalah yang relevan dengan zaman sekarang. Seperti kasus pemindahan janin, penggunaan dana covid dan konten video Tik-tok yang mengandung unsur goyangan bagi perempuan yang di musyawarahkan mulai pagi tadi.

Dalam sambutan pembukaannya tadi, Kyai Agus Ramadan juga berharap, selain dilaksakan di Ponpes Durrotu Aswaja diharapkan juga kegiatan musyawarah kubro ini bisa dilaksanakan di pondok pesantren yang lain dengan mengundang peserta dari luar.

Musyawarah kubro yang diikuti para santri PPDA dan beberapa pesantren yang ada di Kota Semarang tersebut menghadirkan Lembaga Bahsul Masail NU Kota Semarang, Gus Sa’dullah Shodiq sebagai mushohih dan Ahmad Mundzir sebagai muharrir mendapingi pengasuh PPDA.

Menurut penanggung jawab acara, Muhammad Rohimin, kegiatan tersebut mengundang 18 pesantren yang ada di sekitar Kota Semarang dan cukup banyak yang datang. ”Pondok yang hadir relatif banyak, Ponpes Al-Asror, Life Skill Daarun Najjah, Luhur Wahid Hasyim, Al-Itqon, Al-Islah, Darul Falah Be Songo, Galang Sewu, Al-Ikhlas dan Taqwal Ilah,” katanya.

Dia mengungkapkan, ketidakhadiran peserta yang diundang disebabkan adanya agenda kegiatan lain di waktu yang sama. “Peserta dari pondok lain yang tidak hadir sudah konfirmasi izin karena kebanyakan berbenturan dengan acara pondok masing-masing dan acara di lingkungan pondok,” terangnya.

Kontributor : Tamrin Hidayat dan Muhammad Fikri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *