WARTA

Hukum Status Calon Bayi dalam Pemindahan Janin

Hasil Musyawarah Kubro Haflah Akhirissanah XXXI Pondok Pesantren Durrotu Ahlissunnah Waljama’ah Banaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, tentang hukum status calon bayi dalam pemindahan janin, 16 Rajab 1442 H./ 28 Februari 2021.

  1. Deskripsi Masalah

Aisyah adalah istri dari Zaid, sekarang dia sedang mengandung. Usia kandungannya sudah menginjak 2 minggu. Ini bukan kali pertama ia mengandung. Namun, pengalamanpengalaman mengandungnya sebelumnya ia sering mengalami keguguran dan dokter memvonis rahim Aisyah sangat lemah. Mengingat kejadian-kejadian sebelumnya, Aisyah berencana untuk memindahkan calon bayi (embrio) nya yang sekarang ke rahim sahabat karibnya, Fatimah dengan tujuan menghindari keguguran seperti kejadian-kejadian sebelumnya.

  • Pertanyaan
  1. Bagaimanakan fiqh menyikapi pemindahan calon bayi (embrio) tersebut? Ketika bayi tersebut lahir kepada siapakah ia bernasab?
  2. Ketika bayi tersebut lahir kepada siapakah ia bernasab?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *