WARTA

Pelantikan Pengurus Pondok : Berikut Hal yang Harus Dimiliki

Setiap pondok pesantren pastilah memiliki sebuah organisasi kepengurursan. Kepengurusan tersebut bertujuan untuk menertibkan tata tertib pondok serta menjaga keadaan pondok agar tetap kondusif sehingga para santri semakin betah dan nyaman dalam menuntut ilmu. Begitu pula Pondok Pesantren Durrotu Ahlisunnah Waljamaah. Tepat pada malam Jumat (05/08) pelantikan pengurus masa khidmah 2021/2022 telah dilaksanakan.


Prosesi pelantikan yang digelar di salah satu aula pondok ini berlangsung secara khidmat. Kiai Agus Ramadan selaku pengasuh Pondok Pesantren Durrotu Aswaja telah membaiat sejumlah 79 santri yang terdiri dari 31 santri putra dan 48 santri putri. Masa kepengurusan tahun ini dipimpin oleh lurah putra Agung Rahayu dan lurah putri Ifti Rahmatika.
Saat proses pembaiatan, Kiai Agus Ramadan membacakan sumpah setia pengurus, santri, dan alumni yang kemudian diikuti oleh para pengurus secara serentak.


Adapun sumpah setia yang dibacakan tersebut merupakan tulisan dan peninggalan dari Abah Yai Masrochan. Sumpah setia tersebut berbunyi “Demi Allah, aku rela Allah sebagai Tuhanku, dan islam sebagai agamaku. Muhammad sebagai nabi dan utusan bagiku. Ka’bah sebagai kiblatku, Al-Qur’an sebagai pedomanku, orang-orang iman sebagai saudaraku, pengasuh sebagai pembimbingku, pengurus Ponpes Durrotu Aswaja sebagai penetap janjiku dan alumni sebagai penuntunku, tata tertib sebagai panutanku yang baik, yang mulia dan amanahnya sebagai penyuksesku yang indah dengan hak yang kekal abadi”.


Periode kepengurusan kali ini ialah periode pertama kalinya akan dimulai masa bakti lurah selama satu tahun. Pada tahun-tahun sebelumnya lurah mengemban amanah selama lebih dari satu tahun. Tentu saja hal tersebut dirasa sangat melelahkan, sehingga kinerja menjadi kurang maksimal.


Man ‘arofa bu’das safari ista’adda. Perjalanan Anda menjadi pengurus bukanlah perjalanan yang pendek, tetapi Anda ini pengurus selama satu tahun, maka ista’adda, bersiap-siaplah. Masa menjadi pengurus adalah masa mengeksplore skill yang tidak pernah Anda asah. Ini kesempatan Anda untuk melakukan yang Anda inginkan yang penting tidak melanggar tiga hal yaitu tradisi pondok, tradisi islam, serta tradisi yang ada di masyarakat” pesan Kiai Agus Ramadan dalam mauidzoh hasanahnya.


“seorang pemimpin, seorang santri, harus memiliki dua hal, yang pertama harus mempunyai daya tahan seperti emas. Emas semakin digosok maka ia akan semakin mengkilap. Semakin dimasukkan dalam temperatur tinggi, maka kualitasnya akan semakin baik. Begitu juga seorang pegurus, Anda harus menjadi seperti emas, semakin digojloki harus semakin mengkilap. Kemudian, seorang santri juga harus seperti lebah. Lebah sangat teliti dalam mengambil madu, dan tidak akan keluar dari lebah kecuali suatu hal yang baik. begitu pula seorang pemimpin, seorang santri harus pintar memilih dan memilah sesuatu agar dapat mengeluarkan sesuatu yang baik pula.” Lanjut Kiai Agus Ramadan.


Dalam kepengurusan harus yaqin dari awal dan selalu istiqomah dalam mempersiapkan bekal untuk mengarungi kedepannya. Selamat atas pelantikannya dan semangat berjuang dalam pengabdian.

Penulis : Fitratul A’yuniyyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *