WARTA

SEMARAK KEMERDEKAAN ALA PONDOK PESANTREN DURROTU ASWAJA

lomba tarik tambang santri putra

Semarang, DurrotuAswaja- Momen 17 Agustus memang menjadi momen yang spesial dan ditunggu-tunggu oleh bangsa Indonesia. Bagaimana tidak, pada 17 Agustus 76 tahun yang lalu, Indonesia telah diakui kemerdekaannya, kemerdekaan yang diperjuangkan oleh seluruh rakyat Indonesia. Dalam menyambut momen yang bersejarah tersebut, masyarakat Indonesia memiliki tradisi tersendiri yaitu diadakannya pelbagai perlombaan yang seru dan kreatif seperti lomba balap karung, lomba estafet air, panjat pinang, dan lain sebagainya. Perlombaan tersebut merupakan sebuah sebuah bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang sudah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.


Begitu pula dengan Pondok Pesantren Durrotu Aswaja. Pondok pesantren mahasiswa yang terletak di Kompleks Kampus UNNES ini menggelar pelbagai perlombaan untuk memeriahkan HUT ke 76 RI. seperti lomba futsal, lomba tarik tambang, estafet air, dan sebagainya.

Perlombaan tersebut dimulai dengan digelarnya lomba futsal. Lomba yang diikuti antarkamar santri putra tersebut dilaksanakan di lapangan merdeka pada hari senin (16/08). Meskipun perlombaan futsal digelar dengan sederhana, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat para santri. Hingga akhirnya lomba futsal dimenangkan oleh kamar AF.


Keesokan harinya, usai dilaksanakan upacara bendera merah putih, Selasa (17/08) digelar perlombaan-perlombaan yang tak kalah menarik lainnya. perlombaan tersebut diantaranya ialah lomba tarik tambang bagi santri putra dan balap sarung bagi mbake. Lalu dilanjutkan dengan lomba pecah air bagi santri putra dan estafet karet bagi santri putri.
Lomba tarik tambang dimenangkan oleh kamar IJ, balap sarung dimenangkan oleh kompleks AD kemudian lomba pecah air dimenangkan oleh Azziadatur, dan lomba estafet karet dimenangkan oleh kompleks DC.

lomba panjat bambu santri putra
lomba make up challange dan fashion show santri putri


Tak cukup sampai disitu, pada malam harinya Pondok Pesantren Aswaja menyemarakkan kemerdekaan dengan menggelar lomba make up challange dan fashion show bagi santri putri, dan panjat bambu bagi santri putra. dan lomba challange foto bagi seluruh santri. Sorak sorai penonton terdengar sepanjang perlombaan berlangsung. Hal tersebut menandakan betapa antusiasnya para santri dalam memeriahkan acara ini.


Selain untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke 76 Republik Indonesia, kegiatan ini juga sebagai pelepas penat para santri ditengah pandemi seperti ini.
Sebagai generasi penerus bangsa, para santri harus memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi, sebagaimana fatwa dari KH. Hasyim Asyari “Hubbul wathon minal iman” atau mencintai negara adalah sebagian dari iman.
Dalam menunjukkan rasa cinta kepada negara, tidak perlu melakukan hal yang besar. Tapi mulailah dengan perkara-perkara yang kecil. Seperti mengaji dengan sungguh-sungguh ketika di pesantren. Hal tersebut diharapkan supaya Indonesia dapat memiliki bibit-bibit unggul generasi penerus bangsa. (FA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *