WARTA

Puluhan Santri Ikuti Bahtsul Masail  Ponpes Durrotu Aswaja

Semarang- Puluhan santri dari berbagai pondok pesantren se-karesidenan Semarang mengikuti kegiatan bahtsul masail Ponpes Durrotu Aswaja.

Bahtsul Masail merupakan forum diskusi antar ahli keilmuan Islam utamanya fikih di lingkungan pesantren Nahdlatul Ulama (NU). Kegiatan yang menjadi salah satu rangkaian Haflah Akhirissannah 32 Pondok Pesantren Durrotu Aswaja ini dilaksanakan pada Minggu (6/2/2022) di Masjid Kiai Masrochan.

Pengasuh Ponpes Durrotu Aswaja, Kiai Agus Ramadhan mengatakan bahwa kegiatan bahtsul masail di lingkungan pondok pesantren di Kota Semarang sudah menjadi sesuatu yang  langka. Oleh sebab itu,  Pondok Pesantren Durrotu Ahlissunnah Waljama’ah mengadakan bahtsul masail sebagai upaya melestarikan tradisi NU tersebut.

“Tahun-tahun yang lalu kita masih memakai musyawarah kubro, tetapi karena tahun ini sudah banyak yang datang dari pesantren luar Kota Semarang, maka kita ubahlah menjadi bahtsul masail,” ucap Kiai Agus Ramadan saat memberikan sambutan di acara tersebut, Minggu (6/2).

Ia berharap, dengan diadakannya bahtsul masail ini bisa menghasilkan kualitas santri yang lebih baik dalam membahas masalah-masalah agama.

 Beliau juga menambahkan bahwa akhir-akhir ini sudah tidak banyak pesantren yang mengadakan bahtsul masail. Kalaupun ada itu hanya lingkup internal di lingkungan pesantren sendiri. Oleh sebab itu, beliau berharap acara ini dapat  menjadi motivasi bagi pondok yang lain untuk mengadakan bahtsul masail, sehingga kita tidak menjadi santrinya ‘mbah google’.

“Maka dari itu kita tetep berusaha membumikan bahtsul masail dilingkungan pondok pesantren di kalangan Nahdlatul Ulama,” imbuhnya.

Ketua panitia Haflah Akhirissannah ke-32, A. Nabil Makarim mengatakan kegiatan bahtsul masail ini menghadirkan Lembaga Bahtsul Masail NU Kota Semarang yaitu HM. Sa’dulloh dan Habib Musthofa Al Muhdhor sebagai mushohih serta Ustadz Ahmad Mundzir dan Ustadz Amir Slamet sebagai muharrir. Selain itu panitia juga mengundang lebih dari 30 pesantren se-karesidenan Semarang dan banyak yang datang.

“Alhamdulillah peserta tahun ini banyak yang datang, diantaranya Ponpes Bugel Al-Itqhon, Luhur Wahid Hasyim, As Shodiqiyyah, APIK, Darul Falah, Sirojut Tholibin, Al-Ma’rufiyyah, Al-Islah, Ad-Danuriyyah, Galang Sewu, Al-Asror, Girikusumo, Al-Masthuriyyah, Al Hikmah dan Al Ikhlas.” Ucapnya.

Ia menambahkan bahwa alasan ketidakharian peserta yang diundang disebabkan adanya kegiatan lain di waktu yang sama.

“Peserta dari pondok lain yang tidak hadir sebelumnya sudah konfirmasi tidak dapat mengikuti acara karena sudah ada kegiatan lain di pesantren masing-masing.” terangnya. (TH)

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.