WARTA

Haul Abah Kiai Masrochan, KH Shodiq Hamzah: Kubur Itu Rumah Kegelapan

Semarang, durrotuaswaja.net- Pengasuh Pondok Pesantren Asshodiqiyah Semarang, KH Shodiq Hamzah menjelaskan bahwa Kubur itu rumah kegelapan. Rumah singgat (belatung). jadi kalau ingin terang harus memperbanyak amal.

Hal tersebut disampaikan saat memberikan mauidzoh hasanah dalam acara haul ke-6 Abah Kiai Masrochan. Acara tersebut digelar oleh keluarga besar Pondok Pesantren Durrotu Aswaja di pelataran Makam Siwarung, Desa Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Ahad (27/02/2022).

Haul ke 6 KH Masrochan merupakan bentuk peringatan atas wafatnya pendiri Pondok Pesantren Durrotu Aswaja. Selain pendiri pondok, KH Masrochan juga pernah menjadi rois suriyah Gunungpati yang ahli di bidang batsul masail.

“KH Masrochan dulu itu rois suriah Gunungpati, ahli batsul masail yang mempelajari banyak kitab kuning, jadi memper, pantas untuk dihauli, diperingati hari wafatnya”, ujar KH Shodiq Hamzah saat mauidzoh hasanah.

Beliau juga menjelaskan bahwa KH Masrochan itu kiai yang memiliki banyak amal, sehingga kuburnya luas dan terang melebihi bulan purnama.

“Kalau kiai yang meninggal iku seneng, kubure diluaske, duwure 70 meter, ambane 70 meter, jembare 70 meter. Padange ngungkuli bulan purnama”, terangnya.

KH Shodiq Hamzah menuturkan bahwa di dalam kubur itu gelap. Kalau mau terang harus beramal. Kalau pengen cepat melewati sirotol mustaqim beramal. Dan padang mahsyar itu panas, kalau mau sejuk juga beramal.

Sedangkan  untuk manusia yang tidak beriman, dialam kubur jenazahnya akan dimakan belatung dan dikerumuni oleh ular berkepala 9 jumlahnya 99 ekor.

“Kubur iku omah singgat, wong nak ora iman, ora manut kiai, ora sholat, ora zakat, mayate diuber pangan singgat, dirubung ulo sing ndase 9 jumlahe 99”

KH Shodiq Hamzah menambahkan bahwa orang meninggal terputus semua amalnya kecuali tiga perkara yaitu amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh sholehah.

“Kala wis mati, menungso iku pedot amale kejaba 3 perkara, amal jariyah, ilmu ingkang manfaat, anak sholeh ugo sholihah”, pungkasnya. (FA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.