• Cerpen

    Peci dan Sepasang Sepatu

    Shofwatul Mala Sepatu Kiri Aku tak tahu sejak kapan mengenalnya, yang pasti kami hadir bersamaan. Kami selalu saling berusaha mendahului, eh atau kami berusaha bersama namun tak bisa? Aku melangkag tiga puluh senti ke depan, dia pun begitu. Namun kami tetap tak dapat bersama. Kami pernah berjalan di ladang yang gersang dan panasnya membuatku kering sekali. Kami pernah diceburkan dalam sungai kecil, Eits! Jangan salah, meski kecil tapi kotornya masya Allah.           Aku bahagia karena Allah tak membiarkanku sendirian dengan menyandingkanku dengannya. Aku bahagia karena tak pernah sendirian, aku bahagia karena aku bersama dia. Meski persaingan kami tak pernah berhenti. Aku memanggilnya “Kanan”,  dia memanggilku “Kiri”. Dia selalu bangga karena…

  • Cerpen

    Abdi Ndalem Ketikung Cinta Seorang Gus

                                                                                                                                           Oleh: Mia Pangesti Saya Mifaulina Zahra bisa dipanggil Mifa ,setelah tamat dari bangku Madrasah aliyah ,aku tidak melanjutkan lagi untuk berkuliah. Karena keterbatasan ekonomi . Walau begitu, orangtuaku menyarankan  kepadaku setidaknya kalaupun  tidak lanjut kuliah,  diriku harus tetap bisa mengeyam ilmu di  pondok pesantren yang kiranya biayanya itu bisa dijangkau oleh orang tuaku entah bagaimana caranya. Akupun bersedia dan menerima saran dari orang tuaku. Sore itu aku dan orang tuaku mengajak aku untuk  berangkat ke pondok yang bapak ibu maksud. Dan sesampainya ibu dan bapak  menyowankan ku di ndalem pondok . ‘’Nduk ayu Mifa’’ ‘’Enggeh dalem,ibuk’’ ‘’Nanti tolong bersihkan kamar ndalem timur sebelah kamar nya mas Asyrof  ,karena besok…