• Cerpen

    Point Of View (POV): Diary Skebi

    07 September: Perkenalan. Dear diary, perkenalkan namaku adalah Skebi ke-980, kamu bisa memanggilku Skebi saja biar terlihat akrab. aku keturunan ke-980 dari keluarga Skebi. Keluargaku merupakan spesies kutu dengan nama ilmiah Sarcoptes Scabiei. Kemampuan keluargaku yang paling terkenal adalah bisa membuat manusia menderita penyakit kulit. Para manusia menyebut penyakit tersebut dengan sebutan Scabies atau ada yang menyebutnya sebagai Kudis/Gudik. Aku sekarang sedang berada ditubuh manusia bernama Rifqi, tepatnya di jari. Ya walaupun sebenarnya aku juga ditetaskan di sini sih. Nyaman sekali tau di sini, di sini aku bisa bersantai dan bermain main dengan teman kutu yang lain tanpa adanya gangguan. Aku mendengar cerita dari teman kutuku bahwa ada kutu yang…

  • Cerpen

    Apakah Rasa Takut Itu?

    Saya diberi tahu bahwa salah satu rasa takut paling besar yang dirasakan oleh kebanyakan orang adalah berbicara di depan umum. Rasa takut adalah mencari-cari kesalahan dengan masa depan. Kalau saja kita selalu ingat bahwa masa depan itu tidak pasti, kita tidak akan pernah mencoba meramalkan apa yang bisa saja salah. Rasa takut terlarut dalam ketidakpastian masa depan. Namun jika kita tidak memakai kebijaksanaan, maka kitalah yang akan dilarutkan oleh rasa takut. Suatu hari, saya dimintai tugas oleh dosen pengampu mata kuliah Kurikulum Bahasa dan Sastra Indonesia untuk melakukan observasi ke sekolah tingkatan SMP & SMA dengan tujuan untuk penelitian bagaimana penggunaan dan penerapan kurikulum merdeka di kelas, apakah sudah memenuhi…

  • Cerpen

    Nyala

    Malam itu, satu malam yang pekat di Jawa Timur. Seperti malam-malam biasanya yang dihiasi bintang dan kelip petromaks di sudut-sudut kampung, suara jangkrik yang bersahutan menandakan akan kedamaian di malam yang belum terlalu larut itu. Ketenangan malam itu berubah sampai lima jeep yang mengangkut pasukan perang berbendera tiga warna itu mengusik kedamaian. Suara jangkrik mulai berganti dengan suara tembakan yang memekak menciptakan kegaduhan. “Man, tangi!” dengan terburu-buru Guntur membangunkan Paiman yang terlelap dalam dekapan sarung lusuh yang membalut tulang dan kulit hitam santri salah satu Pondok Pesantren di Jawa Timur itu. “Ono opo to?” Paiman terbangun setengah sadar sembari memahami keadaan yang tengah terjadi di sekelilingnya. Seketika ia terkejut melihat…

  • Cerpen

    Lelah

    Bel pulang sekolah SMA Bina Bangsa sudah berbunyi sejak beberapa menit yang lalu, tapi Riri masih sibuk membereskan barang-barangnya. “Udah belum? Pulang sekarang yuk,” ajak teman sebangkunya yang sudah menunggu sejak tadi. “Hehe, udah. Tapi aku laper,” jawab Riri tanpa malu. “Tenang, nanti makan dirumahku sepuasnya. Hahaha” Lalu mereka tertawa bersama. Mereka berjalan beriringan menuju parkiran kendaraan, karena hanya Riri yang membawa sepeda motor maka ia selalu mengantar sahabatnya pulang lebih dulu.  Hal itu sudah menjadi kebiasaan sejak mereka menjadi teman sebangku. Persahabatan mereka yang sudah terjalin tanpa sengaja dan kemudian saling melengkapi satu sama lain membuat mereka semakin dekat seperti keluarga. Setiap kali Riri mengantarkan Fia, pasti ibu Fia…

  • Cerpen

    Kula Surya

    Ada cerita menarik di acara Kliwonan Kanzus setahun lalu, aku, Mas Rizal dan Mas Iman mencoba menuruti keinginan Surya Fatikhul sang murid thoriqoh idaman kami berjumpa dengan Abah Luthfi di Kliwonan untuk mengobati rasa rindunya. “Aku kok pengen ning Kanzus yo, ayo ah kancani aku mangkat Pekalongan” ajak Surya membujuk kami bertiga. Tingkah polos dan lucunya Surya menginspirasi kami bertiga untuk mencoba menurutinya. Karena dengan menurutinya kita dapat selalu menggodanya dengan candaan selama berangkat hingga sampai di Gedung Kanzus Pekalongan. Setelah sampai, akhirnya wajah super gembira Surya tampak jelas di hadapan kami bertiga. Bukan karena hasil candaan kami yang membuat Surya sumringah. Namun, mendengar dan memandang wajah Abah Luthfi yang…

  • Cerpen

    Sejarah Valentine(?)

    Oleh: Rizal Akbar 14 Februari 1820, pada masa pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, hiduplah seorang wanita bernama Entin yang hidup di pinggiran kota Batavia. Dia adalah perempuan cantik nan kalem anak seorang pedagang buah yang diperebutkan banyak lelaki, yang di antaranya adalah Jaal dan Pitung. Jaal sendiri adalah Jawara kampung Bojong Kenyot, sebuah kampung di pinggiran Batavia, sedangkan Pitung adalah anak seorang juragan Salak Condet. Pitung mengenal Entin lebih dulu sebelum Jaal juga menaksir gadis cantik itu. Karena Jaal merupakan seorang jawara di kampungnya, ia selalu siap siaga menjaga kampungnya walau hanya nongkrong di depan gang. Namun berkat berjaga di depan gang itulah Jaal selalu melihat gadis cantik berjalan di depannya dengan…

  • Cerpen

    Sebuah Kenangan Seorang Alumni

    Sudah empat tahun Rois tidak menginjakkan kaki di sini, terakhir kali bangunan paling barat masih mempunyai dua lantai yang dindingnya belum diplester dengan sempurna, sekarang bangunan tersebut sudah memiliki tiga lantai dengan kubah berwarna hijau yang menjulang tinggi di atasnya. Perubahan juga terjadi pada gedung timur, saat terakhir kali lantai pertama belum mempunyai keramik, masih digunakan untuk parkir sepeda, dan sekarang sudah menjadi aula utama yang megah untuk digunakan setiap acara. Selain bangunan barat dan timur, bangunan utama juga berubah. Bangunan utama ini merupakan tempat tinggal Pak Kiai dan seluruh keluarga ndalem. Terakhir kali Rois melihat bahwa dinding masih dicat dengan warna putih, sekarang penuh dengan warna biru bak lautan…