• Puisi

    MALAM

    Ketika semburat cahaya merah menguasai wilayah barat Kepak burung mulai menurunkan ritmenya Dan para petani mulai membasuh kaki dan cangkulnya Pertanda senja menggiring malam segera tiba dari ujung-ujung desa Sayupku dengar suara-suara yang menggema Menyerukan jiwa-jiwa yang kelana Bersimpuh dengan segala raga Menunduk dengan segala keluh dan nestapa Haripun merangkak menghampiri gelap Mata-mata mulai terkatup rapat Mulut-mulut mengakhiri suara-suara Malam yang senyap membuai mimpi Ada sepasang mata masih saja terjaga Dengan mulut tak henti merapalkan doa Dengan Sang Kholiq, ia pun bermuka-muka ada semacam cahaya merajai jiwanya Dan ia, sang pemenang pada malamnya Kudus, 26 Januari 2022 Karya: Areta Etsa Faustina

  • Puisi

    Tersadar

    Hari terus bergulir digantikan hari-hari lain Kemarin belum sempat aku menghormat jum’at Kini sabtu sudah datang menuntut mendadak Kemarin masih tahun seribu empat ratus empat puluh tiga Kini tahun baru kembali menyapa   Tahun berlalu berganti yang baru Bulan berjalan meninggalkan kenangan Hari berganti membawa sepi   Tersadar semakin singkat perjalanan kehidupan Masihkah ada keselamatan atas perbuatan Ketika frasa tak mampu lagi menghiasi ucapan Haruskah aku menyambut tahun baru dengan kemeriahan Ataukah dengan renungan kesedihan   Selamat datang Tahun Baru Islam penuh keagungan Hima Ulya, 2022

  • Puisi

    Ramadhan Berlabuh

    Telah aku nyalakan cahaya pelitadi masjid-masjid, bandarsah-bandarsah, zawiyah-zawiyah, padepokan-padepokandan tempat persembunyian para perindu Izinkan aku menyapamu dengan segenap jiwaku Semoga hari-harimu selalu baik, sambil berharap kau selalu dalam pelukan, kehangatan dan keberkatanSemoga hari-hari indah ini selalu kembalisepanjang tahun, sepanjang zaman, sepanjang hidup kitadan di dalamnya engkau selalu kuat, sehat dan damai Aku dengan segala kurangkuingin menyambutmudengan penuh semangat, tekad, dan hasrat Ramadan, selamat datang! (Muhammad Iqbal, 2022)